PROBOLINGGO – Tidak ditemukannya titik api bukan berarti penanganan Karhutla di TNBTS berakhir. Karena itu, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., turun langsung meninjau proses penyisiran dan pendinginan di sejumlah kawasan terdampak, Jumat (14/8/2026).
Didampingi Dandim 0820/Probolinggo Letkol Inf Ribut Yudo Apriyantono, Danrem memastikan personel gabungan bekerja menyisir setiap area yang masih memiliki potensi menyimpan bara. Pendinginan dilakukan pada lokasi bekas terbakar untuk mencegah api kembali muncul dan meluas ke kawasan lainnya.
Di lapangan, TNI, Polri, BPBD, Damkar, Balai Besar TNBTS dan relawan bahu-membahu menangani dampak kebakaran. Danrem menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel sekaligus menegaskan bahwa penanganan harus dilakukan sampai kondisi kawasan benar-benar aman.
“Yang kita kejar bukan hanya api yang terlihat, tetapi juga potensi api yang bisa muncul kembali. Karena itu penyisiran dan pendinginan harus dilakukan dengan teliti dan menyeluruh,” tegas Danrem.
Korem 083/Baladhika Jaya memastikan penanganan Karhutla akan terus dikawal bersama seluruh unsur terkait. Nihil api bukan akhir pengawasan. Selama masih ada potensi bara, kewaspadaan tetap dijaga. Targetnya jelas: TNBTS aman, kebakaran tidak berulang, dan kawasan konservasi tetap terlindungi. :::

Posting Komentar