Jayapura – Polda Papua terus menunjukkan komitmennya dalam membangun kedekatan dengan generasi muda melalui pendekatan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Turnamen E-Sport Kapolri Cup Mobile Legends dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 yang resmi dibuka oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H. di Aula Rastra Samara Polda Papua, Senin (20/7/2026).
Turnamen ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya Polri mendorong lahirnya talenta-talenta digital Papua yang mampu berprestasi di tingkat nasional. Sebanyak tujuh tim yang berasal dari jajaran Polres di wilayah Polda Papua mengikuti pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas, disiplin, dan semangat kebersamaan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Para Pejabat Utama Polda Papua, perwakilan PB ESI Provinsi Papua, panitia, serta para peserta turnamen.
Dalam sambutannya, Wakapolda Papua menegaskan bahwa transformasi digital telah membuka ruang baru bagi generasi muda untuk berkarya dan berprestasi. Karena itu, Polri tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang mendukung pengembangan potensi anak muda melalui kegiatan yang positif dan produktif.
"E-Sport bukan lagi sekadar hiburan, tetapi telah menjadi cabang olahraga yang mampu melahirkan prestasi hingga tingkat internasional. Melalui Turnamen Kapolri Cup ini, kami ingin menghadirkan ruang kompetisi yang sehat sekaligus memperkuat sinergi Polri dengan generasi muda. Kami berharap dari Papua akan lahir atlet-atlet digital yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan membawa nama Indonesia di kancah dunia," ujar Brigjen Pol. Muhajir.
Ia menambahkan bahwa semangat Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi Polri untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk merangkul komunitas digital sebagai bagian dari mitra strategis dalam menjaga ruang siber yang sehat, aman, dan produktif.
"Saya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan turnamen ini sebagai ajang mengasah kemampuan, membangun karakter, dan mempererat persaudaraan. Menang ataupun kalah adalah bagian dari kompetisi, tetapi sportivitas, disiplin, dan saling menghargai merupakan kemenangan yang sesungguhnya," tegasnya.
Ketua Panitia Turnamen, AKBP Diaritz Felle, S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet e-sport di lingkungan Polda Papua. Selain mempererat hubungan Polri dengan masyarakat, turnamen ini juga bertujuan meningkatkan literasi digital dan mendorong pemanfaatan teknologi informasi secara positif dan bertanggung jawab.
Kompetisi yang menggunakan sistem knockout ini diikuti oleh 35 peserta yang terbagi dalam tujuh tim, terdiri atas tiga tim dari Polres Keerom, satu tim Polres Yapen, satu tim Polres Jayapura, dan dua tim dari Polresta Jayapura Kota.
Setelah melalui pertandingan yang berlangsung sengit hingga malam hari, Tim Hilkia dari Polresta Jayapura Kota berhasil meraih gelar juara pertama. Posisi kedua ditempati Tim Yabing People dari Polres Keerom, sementara Tim Tes Ombak dari Polresta Jayapura Kota berhasil finis di peringkat ketiga.
Keberhasilan Tim Hilkia tidak hanya membawa pulang trofi dan hadiah pembinaan, tetapi juga mengantarkan mereka menjadi wakil resmi Polda Papua pada Turnamen E-Sport Kapolri Cup tingkat nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta pada 8–9 Agustus 2026, bersaing dengan para juara dari seluruh Polda se-Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Polda Papua menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program-program yang relevan dengan perkembangan era digital, sekaligus memperkuat kemitraan dengan generasi muda melalui kegiatan edukatif, kompetitif, dan inspiratif.

Posting Komentar