Polres badung Panen Raya Terong dan Jagung


Polda Bali, Polres Badung   Kegiatan Polisi Bersemi (Berkebun Dimasa Pandemi Covid -19) yang dilaksanakan Polres Badung mulai panen raya. Hampir satu hektar lahan kosong yang dimanfaatkan, di Subak Tungkub, Banjar Pengiasan, Mengwi, Badung, memanen berbagai jenis sayur mayur dengan nilai ekonomis belasan juta rupiah.


Panen raya pada Jumat (22/4) pukul 16.00 wita itu, dihadiri Kapolda Bali Irjen. Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si, pengelingsir Puri Mengwi, DPR RI dan Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes. "Hari ini kami penen raya jagung, terong, cabe dan lainnya. Di subak ini kami manfaatkan satu hektar lahan kosong. Dan pertanian ini dipanen oleh kelompok tani di Subak Tungkub," beber Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, SIK, SH, MH.





Dilanjutkannya,,  tujuan kegiatan Polisi Bersemi ini untuk mencegah dan mengantisipasi gangguan Kamtibmas.

"Selain menggandeng para petani untuk mengelola lahan tidur atau tak produktif. Kami melibatkan masyarakat yang terdampak pandemi dengan memberikan mereka bibit tanaman dan bibit ternak," Sambungnya.


Kapolres Badung menuturkan, program ketahanan pangan ini telah dimulai setelah pandemi Covid-19 melanda Bali. Tak hanya sekedar menanam berbagai sayur mayur di desa-desa, kegiatan polisi berkebun ini juga untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas dampak dari kondisi serba sulit seperti sekarang ini. "Kami mapping atau memantau situasi yang rawan gangguan kriminal di wilayah yang dijadikan lokasi berkebun. Masyarakat biasanya memberikan informasi terkait adanya gangguan Kamtibmas ke polisi dari kebun atau sawah yang dikelola," Sebutnya. 


Lebih lanjut dikatakan perwira menengah asal Maluku dengan marga defretes ini, meski sektor pariwisata sudah mulai bangkit, pihaknya berharap program ketahanan pangan terus berkelanjutan. "Sektor pertanian jangan ditinggalkan. Sebab pertanian ini bisa menjadi ketahanan pangan bagi masyarakat Badung," tegasnya.


Tak hanya pertanian, Kapolres juga menggandeng Bali Waste Cycle (BWC) untuk mengelola sampah plastik yang ada di desa-desa agar bisa dimanfaatkan dan bernilai ekonomis. "Sampah plastik bisa diserahkan ke pihak BWC, nanti mereka dikasi buku tabungan berisi uang dari penukaran sampah plastik. Dan kami juga telah membentuk kelompok-kelompok di desa untuk menangani sampah plastik," Pungkasnya.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama